Mendorong Mahasiswa Sebagai Entrepreneur Syariah melalui Seminar Nasional FAI Unsil

Guna mendorong mahasiswanya berjiwa entrepreneur, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Siliwangi mengelar Seminar Nasional pada Rabu, (18/11/2015) dengan tajuk “Peran Mahsiswa dalam Mengembangkan Ekonomi Lokal Berwawasan Islami.”

Sekitar dua ratus mahasiswa, baik mahasiswa FAI maupun fakultas lainnya menghadiri Seminar Nasional yang bertempat di Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Siliwangi. Prof Dr. H. Deden Mulyana, S.E., M.Si., selaku Wakil Rektor I, Wakil Rektor III Dr. Ade Komaludin, S.E., M.Si., serta Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Koesmayadi Tatang Padmadinata membuka kegiatan yang berlangsung.

Sejalan dengan visi Universitas Siliwangi, yakni dengan menciptakan wirausaha serta visi Kota Tasikmalaya “Dengan Iman dan Taqwa Menjadi Pusat Perdagangan dan Industri Termaju di Jawa Barat” acara seminar ini kemudian digelar. “Kami memandang sekarang minat wirausaha mahasiswa sudah semakin baik. Maka, melalui kegiatan ini kami juga ingin mengarahkan dan mengenalkan jika dalam wirausaha pun harus merujuk nilai-nilai Islam,” ujar Ketua Pelaksana, Asep Suryanto, S.Ag., M.Ag.

Pembicara di seminar nasional ini cukup variatif, baik itu akademisi maupun praktisi. Yakni, Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kota Tasikmalaya Drs. H. Tantan Rustandi, Pakar Ekonomi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Anton Athoillah, M.M, serta pengurus HIPMI Jabar dan CEO PT. AGL Taufan B.Umbara.

Dalam seminar tersebut, Tantan selaku perwakilan dari pemerintahan mengemukakan bahwa Tasikmalaya memiliki berbagai potensi dalam industri kecil dan menengah (UMKM) begitupun dengan kendala yang dihadapi. Beliau menghimbau agar anak muda menjadi bagian dalam pengembangan ekonomi lokal.

Menurut Prof.Anton, jika karakter mahasiswa tidak hanya cukup cerdas, namun haru kreatif. Sebab kreatifitas merupakan sebuah modal untuk menjadi seorang entrepreneur. Dengan adanya wawasan islami, maka usaha yang dijalankan tidak mengandung unsur maysir (spekulasi), gharar (tidak transparan), riba (eksploitasi), israf, tabdzir, zhulum, bathil, dan hukrah.

Selain itu, Taufan dari HIPMI Jabar memberikan rahasia kepada mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda sukses yang tetap memegang teguh nilai islami. “Mudah-mudahan seminar bias memberikan pencerahan baik yang baru ingin merintis ataupun sudah berjalan,” tambahnya. Bahkan, pihaknya siap menjembatani para mahasiswa untuk berkoordinasi dengan HIPMI Kota Tasikmalaya.

Sumber: Kabar Priangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.