Masih menjadi perhatian serta dorongan untuk bisa menunjukan kinerjanya yang lebih signifikan, kinerja keuangan syariah di Indonesia sampai sekarang dinilai hanya masih memiliki potensi besar. Tidak hanya itu saja dalam lingkup tanah air, melainkan hingga peluangnya yang signifikan memengaruhi pasar keuangan syariah global.
Pada satu konteks lagi, menghadapi masa depan Indonesia di era globalisasi, sistem keuangan Islam kiranya perlu menyiapkan diri dengan memerhatikan beberapa faktor, seperti salah satunya kini dengan isu penguasaan teknologi dalam tren financial technology (Fintech).
Membahas soal peluang industri keuangan Islam, dengan menghadirkan narasumber kompeten, program studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Unsil menggelar seminar nasional Ekonomi Syariah 2017, bertajuk “Sasaran dan peluang pengembangan keuangan Islam di Indonesia.”
Seminar berlangsung Rabu pekan kemarin di gedung Mandala Unsil. Seperti dikemukakan ketua penyelenggaranya, Biki Zulfikri Rahmat, S.Sos. I., M.E.Sy, seminar dimaksudkan memberi edukasi, pencerahan, pada pesertanya tentang sistem keuangan Islam, sasaran dan pengembangannya. Kemudian, implikasinya terhadap perekonomian Indonesia umumnya dan umat Islam pada khususnya.
Peserta seminar sekitar 600 orang, terdiri dari kalangan dosen, mahasiswa, alumni, praktisi dan masyarakat umum. Adapun pematerinya Asep Ruswandi, kepala OJK Tasikmalaya sebagai pembicara inti (keynote speech). Lalu pemateri inti, Dr. Muhammad Muflih MA. M.Phl. Ph.D, ketua prodi Keuangan Syariah Polban/ Pengurus MES Pusat, dan Hendri Tanjung MM. M.Ag., Ph.D, direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun.
gus.
Sumber: Kabar Priangan

